,

Parenting: Menangis, Dilarang atau Dibiarkan?

Ayah Bunda, apakah sering melarang anak menangis?
Ternyata sebagai orang tua kita tidak diperbolehkan melarang anak menangis sembarangan. Kenapa? Karena ketika kita melarang mereka menangis, justru emosinya akan tertahan dan bisa bisa membuat mereka tertekan. Boleh melarang mereka untuk menangis, hanya saja perlu diperhatikan faktor usia, penyebab mereka menangis, dan ada cara yang tepat menghentikan tangisan mereka.

Contohnya saja bayi yang belum bisa bicara. Menangis merupakan cara ia berkomunikasi. Lewat tangis, bayi mengungkapkan bahwa ia lapar, haus, merasa tidak nyaman, dan sebagainya. Begitu pula balita yang kemampuan bicaranya masih minim. Perasaan negatif sering mereka ungkapkan dengan cara menangis. Misalnya ketika mereka sedang sedih, marah, kesal ataupun kecewa.

Lalu, bagaimana jika putra-putri kita termasuk tipe anak yang mudah menangis? Maka ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
🌷 Jangan dimarahi atau diejek
Ketika anak menangis, biarkanlah mereka meluapkan emosinya terlebih dahulu. Jangan dimarahi ataupun diejek. Karena ketika dimarahi atau diejek, ia akan merasa bahwa perasannya tidak diterima oleh orang lain, bahkan oleh orang-orang terdekatnya, yakni kita sebagai orang tua. Hal ini akan menyebabkan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang minim empati dan egois karena itulah yang diajarkan oleh orang tua mereka.

🌷 Peluk dan dekap mereka
Jadikan kita sebagai teman terbaik mereka disaat mereka sedang sedih. Sediakanlah diri kita menjadi tempat untuknya menyampaikan masalah yang sedang mereka hadapi. Berikan kondisi ternyaman kepada mereka dengan cara memeluk mereka disaat mereka menangis, mendekap mereka, atau mengusap air mata mereka dengan lembut.

🌷 Cari tahu penyebabnya
Setelah kondisi mereka tenang, maka cari tahu apa yang membuat mereka memangis. Bantu mereka menyelesaikan masalahnya sendiri, atau berikan saran bagaimana seharusnya menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi.

🌷 Ajarkan cara menenangkan diri
Tidak setiap saat anak-anak berada di samping kita, maka bantulah mereka menghadapi masalahnya ketika kita tidak ada. Ajarkan mereka bagaimana menenangkan diri disaat sedang sedih, marah, ataupun kecewa. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk berpindah posisi, beristighfar, dan berwudhu ketika sedang marah. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi anak-anak untuk menenangkan diri.

🌷 Ajarkan untuk mengungkap perasaan
Sebagai orang tua, jangan biarkan anak-anak meluapkan emosinya tanpa alasan. Biasanya mereka akan menjerit, teriak-teriak, memukul, ataupun melempar benda disaat marah karena mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengekspresikan kemarahannya secara verbal. Ajarkan beberapa kata atau kalimat kepada mereka seperti “aku sedang marah”, “aku sedang sedih”, “aku sedang kesal”, dan sebagainya. Lambat laun anak akan terbiasa untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara yang baik.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui bahwa ada banyak manfaat ketika kita membiarkan untuk meluapkan emosinya, yakni:
🌷Menangis bisa menyeimbangkan emosi
🌷Menangis bisa mengurangi kesedihan
🌷Menangis bisa memperbaiki mood
🌷Menangis bisa mengurangi rasa sakit karena disaat menangis tubuh mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan dan hormon endorfin yang membuat tubuh tidak merasakan sakit yang dialami.
🌷Dan untuk bayi, menangis bisa membuat mereka tidur terlelap.

Menangis itu sehat, indah dan mengungkapkan kejujuran. Maka disaat yang tepat bolehlah untuk menangis sepuas-puasnya. Bahkan di dalam QS Al Isra ayat 109, Allah menyampaikan “dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk”. Maka mari kita ajarkan kepada anak-anak kita, ketika mereka sedang mengalami masalah yang berat, untuk menangis dan mengungkapkan apa yang menjadi bebannya di hadapan Rabb-nya.

Disampaikan oleh: Fika Yudhi Hidayati, S.I.Kom

Dalam Harmonika Good Parenting Radio MH FM, Jumat 10 Januar 2020

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.