SERUNYA BELAJAR ONLINE

Bahagia itu bisa mendengar celotehan mereka yang begitu polos dan sederhana.
Sepekan kemarin, tema yang diangkat adalah tentang “Gejala Alam Karunia Allah”. Setiap hari di kelas zoom, satu tema khusus dibahas. Ada kalanya membahas tentang banjir, esoknya membahas tentang gunung meletus, esoknya lagi membahas tentang gempa bumi dan sebagainya. Anak-anak menyimak video kemudian mengeksplor kosakata yang bisa mereka tangkap dari video yang disajikan.

Tak hanya itu, hadits dan doa yang disampaikan pun seputar gejala alam. Hadits tentang kebersihan disampaikan dengan harapan anak-anak sudah mulai memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut membersihkan lingkungan sekitar, sebagai wujud ikhtiar mencegah banjir. Doa ketika hujan yang disampaikan juga bisa mengajarkan anak-anak agar senantiasa mensyukuri karunia Allah berupa hujan dan hujan yang diturunkan pun membawa kemanfaatan.

Di akhir pekan kelas zoom, seorang anak sudah ndak sabar dengan agenda hari itu.

“Hari ini kita akan membahas gejala alam apalagi Usth”

“Ustadzah, aku mau lihat gejala alam favoritku lagi ya usth?

(Gejala alam favorit)
Dannnn… Aku pun seketika tertawa mendengarnya.

“Memang Gejala Alam favoritmu apa Nak?” 😃

” Ehmmmm, aku suka gunung meletus”

Maa Sya Allah…
Semangat terus ya sholih sholihah. Memang tidak mudah kita melewati masa ini. Tapi yakin saja, ini akan menjadi kenangan yang untuk kita semua.

MENSTRANSFER ILMU DAN KEBAIKAN

Tak terasa sudah setahun lamanya dunia mengalami pandemi akbibat covid-19. Tentu saja kondisi seperti ini memberikan imbas hampir di semua sektor, termasuk sektor pendidikan. Setahun ini, banyak yang telah berubah di sektor pendidikan. Kegiatan Belajar Mengajar dimana guru bisa bertatap muka dan mengajar anak-anak di dalam kelas menjadi moment yang langka. Moment yang pastinya sudah sangat dirindukan anak-anak maupun gurunya.

Sebagai pendidik, memang kita tidak dianjurkan untuk menyerah dengan keadaan. Kegiatan belajar mengajar harus terus berlanjut. Ketika satu kondisi tidak bisa kita jalani, maka kita pun harus berinovasi untuk mencari alternati yang lain. Semester satu yang baru saja terlewati, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan dua cara, yakni secara online dan offline. Pembelajaran online dengan cara share video melalui whatsapp atau link yotube, kelas zoom maupun video call. Sedangkan offlinenya kita melaksanakankegiatan home visit atau kunjungan ke rumah.

Memasuki semester dua Tahun Ajaran ini, Solo dan beberapa daerah lainnya terimbas peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena peningkatan kasus covid yang luar biasa. Bahkan dikabarkan hampir semua Rumah Sakit besar penuh dengan pasien covid. Untuk itulah strategi baru diluncurkan, yakni bagaimana para guru bisa menyapa murid-muridnya setiap hari tanpa harus bertatap muka secara langsung. Akhirnya alternatif pilihannya adalah menggunakan kelas zoom beberapa sesi setiap hari. Kenapa harus beberapa sesi setiap hari? Untuk memfasilitasi orang tua yang bekerja dan tidak bisa mendampingi putra putrrinya untuk mengikuti kelas zoom di pagi hari. Jadiilah ada kelas zoom pagi, siang, sore, bahkan malam.

Sejatinya para guru hanya ingin menyampaikan ilmu dan kebaikan kepada anak didiknya. Jangan sampai suasana pandemi membuat semangat belajar menjadi turun. Jangan sampai terjadi juga bonding antara guru dan anak didiknya pudar tergilas oleh waktu. Mari kita lewati masa ini untuk lebih semangat berkarya dan berinovasi.

2 PESAN SANG AYAH

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yg ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu

Pertama: jangan pernah menagih piutang kepada siapapun

Kedua: jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung”

5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya dg kondisi bisnisnya yg sangat memprihatinkan, ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?”

Si Sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu…!!??

Pesan yg Pertama Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak piutang yg tidak dibayar dan lama² habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi”

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses menjalankan bisnisnya.

Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu sedemikian beruntung, apa rahasianya…?”

Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti pesan ayah bu..

Pesan yg pertama saya dilarang menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun tetapi saya beri sedekah sehingga modal saya menjadi berkah”.

Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dg motor yg saya punya saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore”.

Perhatikan..

Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA, namun masing²memiliki penafsiran dan sudut pandang atau MINDSET berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yg berbeda sehingga mendapatkan HASIL yg berbeda pula.

hati-hatilah dengan mindset kita

Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

The choice is yours!

 

by. M. Yasir Arrafat

Pendidikan Harus Tetap Dijalankan, Sekarang dan Esok

Kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini tahun-tahun belakangan ini mendapatkan perhatian yang cukup menggembirakan bagi berbagai kalangan masyarakat, pemerintah, pihak swasta, orang tua, akademisi, praktisi pendidikan dan semua pihak yang terkait dengan mega program yang bernama PAUD. Wujud kepedulian ini dimanifestasikan dengan terbentuknya lembaga PAUD, namun pembangunan pada sektor pendidikan anak usia dini tidak lepas dari kendala yang ditemui di lapangan sehingga perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia belum dapat dikatakan telah optimal. Berbagai kendala muncul berkaitan dengan kemampuan pemerintah, pengelola dan masyarakat dalam mengelola lembaga PAUD.

PAUD IT Nur Hidayah salah satu lembaga pendidikan yang ada di Kota Solo mencoba memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak-anak dan orang tua serta pihak-pihak lain yang bersinggungan dengan dunia pendidikan. Tentu saja dibutuhkan banyak hal yang berkualitas untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya adalah Kurikulum yang terpadu, kegiatan kesiswaan yang mampu menstimulasi tumbuh kembang anak didik sesuai dengan perkembangannya, kegiatan humas sebagai bidang kerja untuk mensosialisasikan keberadaan lembaga sekaligus menjadi mitra untuk pemberdayaan orang tua wali murid dan pihak lain, bidang sarpras yang harus menyiapkan segala daya dukung untuk berbagai kegiatan agar berjalan dengan lancar.

Hanya saja tahun ajaran ini sungguh istimewa dengan adanya Pandemi COVID 19, yang mengajarkan kita tentang kebersihan, menjaga pola makan, ketahanan keluarga, serta perubahan pola pembelajaran. Sejak diumumkannya KLB untuk wilayah Solo pertengahan Maret 2020, maka KBM di PAUD IT Nur Hidayah dilaksanakan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Di bawah koordinasi bidang kurikulum dan kesiswaan, mencoba memberikan pelayanan yang terbaik untuk tetap melayani anak-anak dan orang tua. Kegiatan 8 taman tetap dilaksanakan dengan mengambil tema yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Kerja sama ustadz/ah dan orang tua tentu menjadi kunci keberhasilan KBM yang dilaksanakan di rumah.

Dengan visi “ Terwujudnya Anak Usia Dini yang Mulai Memiliki Kepribadian Islami serta Kemampuan Dasar Pengetahuan dan Teknologi Menuju Generasi Qurani” kami mencoba memberikan pelayanan yang terbaik untuk mewujudkan visi tersebut. Meski ada relaksasi kurikulum dalam PJJ di masa pandemi ini, PAUD IT Nur Hidayah tetap mencoba memberikan stimulan tumbuh kembang anak, tentu saja dengan menggandeng orang tua sebagai perpanjangan tangan kami.

Al Quran yang menjadi ruh dalam pembelajaran di PAUD IT Nur Hidayah, menjadi prioritas tersendiri bagi kami. Menjalankan tugas sekolah selama PJJ yakni sebagai koordinator, motivator dan evaluator, menjadikan kami harus ekstra tenaga, fikiran dan waktu agar tetap bisa memberikan layanan pendidikan Al Quran kepada anak didik kami. Berharap semangat dekat dengan Al Quran ini menjadi modal bagi anak-anak kami untuk melanjutkan langkah meniti kehidupan ini dengan lebih berkah. Pendalaman agama Islam menjadi waktu yang berharga bagi ustadz/ah untuk bisa lebih dekat dengan anak-anak. Tidak hanya transfer ilmu, tetapi lebih pada transfer ruh keimanan. Mengajarkan berbagai adab, syiar kebaikan serta nilai – nilai positif dalam kehidupan meski melalui PJJ.

Dibutuhkan SDM yang handal untuk bisa menyambut tugas dan amanah dimasa-masa seperti ini, SDM yang tangguh, tidak mudah menyerah, mau berubah, mau belajar meningkatkan kompetensi mengikuti perkembangan zaman dan tentunya SDM yang kuat keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Untuk itu, perlumya mendampingi SDM dalam hal ini wali kelas untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memberi layanan pendidikan kepada anak-anak meski di tengah pandemi. Berikut kami sampaikan program unggulan SDM, yang harapannya menjadi jembatan bagi kami untuk bisa menyiapkan guru-guru handal

  1. Peningkatan kompetensi SDM secara virtual
  2. Peningkatan kualitas supervisi
  3. Peningkatan gizi serta kesehatan SDM melalui pemenuhan suplemen dan vitamin.

Ini langkah nyata kami untuk tetap berjuang. Mengawal tumbuh kembang anak-anak usia dini di masa pandemi. Semoga Allah memberi kemudahan dalam setiap ikhtiyar yang kami laksanakan serta memberikan hasil yang baik dalam setiap program yang sudah kami rencanakan.

 

by. Dewi Marsiyah

Tips Mengajari Anak Untuk Berbagi Mainan

Dunia anak adalah dunia bermain. Dimana anak suka bermain sendiri ataupun dengan orang lain. Saat bermain dengan temannya pasti ada beberapa masalah. Nah salah satunya yaitu rebutan mainan yang dimilikinya. Ini ada beberapa tips untuk mengajarkan anak suka berbagi mainan dengan temannya. Yuk kita simak….

  1. Kenalkan konsep berbagi secara sederhana, berbagi bukan berarti memberikan miliknya.

Berikan pengertian kepada anak dengan bahasa yang sederhana, sehingga anak dapat paham tentang berbagi yang kita maksud. Dari sini anak akan mengerti bahwa berbagi mainan bukan berarti memberikan mainan miliknya ke orang lain.

  1. Tidak memaksa anak ketika tidak mau berbagi, tanyakan alasannya.

Perlu ditekankan bahwa kita tak boleh memaksa anak untuk berbagi. Ketika anak belum mau berbagi mainannya dengan temannya, maka tanyakan alasannya. Mengapa belum mau berbagi? Mungkin disinilah kita akan menemukan alasannya dan kita bisa memberi pengertian padanya.

  1. Puji saat anak mau berbagi dan tidak menghukumnya jika tidak mau.

Anak akan senang bila diberi pujian ketika mereka melakukan hal yang baik. Dari pujian ini akan menumbuhkan rasa ingin berbaginya lebih muncul, di lain kesempatan dia akan senang berbagi lagi dengan temannya. Jika memang belum mau berbagi, jangan sampai menghukumnya. Karena itu bisa membuat anak tidak ada rasa ingin berbagi dengan orang lain.

  1. Orang tua memberi contoh berbagi itu menyenangkan.

Anak akan mencontoh orang tua, baik perilaku yang baik maupun buruk. Karena fitrahnya anak kecil adalah mencontoh. Sebagai orang tua, kita adalah teladan bagi anak kita. So, yuk ajarkan dan perlihatkan kepada anak kita, bagaimana kita berbagi dengan orang lain dengan cara menyenangkan.

 

Nah, ini beberapa tips untuk mengajari anak kita berbagi mainan dengan temannya…

Semoga dengan tips ini anak kita senang berbagi mainan dengan temannya dan mereka saling menyayangi… aamiin…

Menyapa di Semester 2

Awali segala sesuatunya dengan bismillah dan semangat
Senangnya bisa bersua kembali teman-teman Paudit Nur Hidayah di semester dua. Semoga tetap ceria, sholih sholihah, dan ditunggu slalu ya cerita serunya.
Salam sayang dari ustadz ustadzah teruntuk ananda semua.