KECERDASAN GERAK/ KINESTETIK

Masya Allah, begitu luar biasa kecerdasan yang dianugerahkan Allah pada tiap-tiap anak. Setiap anak yang terlahir, diberikan kecerdasan dan keistimewaan oleh Allah. Kecerdasan individu yang sangat unik. Anak yang terlahir dalam satu rahim dan selang menit waktu kelahiranpun memiliki kecerdasan yang tidak sama. Luar biasa keren skenario Allah untuk tiap hamba-Nya. Inilah yang dimaksud dengan anak terlahir secara fitroh. Tiap anak diberikan kemampuan, potensi yang sangat besar. Allah telah memberikan benih-benih kebaikan dalam tiap diri anak.

Menurut Ustadz Harry Santoso seorang peneliti dan … dalam “Fitrah Based Learning” salah satu fitrah kecerdasan anak adalah fitrah fisik dan indera. Di sana disampaikan bahwa setiap anak terlahir membawa fisik yang suka bergerak aktif dan panca indera yang berinteraksi dengan bumi dan kehidupan. Allah sudah meng-install kecerdasan fisik dan indera anak, tugas orang tua adalah menjaga fitrah anak, biarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai fitrah yang telah Allah tetapkan pada diri anak.

Menurut Howard Gardner, seorang pakar Psikologi, kecerdasan kinestetik merupakan hadiah tersembunyi bagi anak, karena membantu mereka belajar dalam arti praktis. Dengan kecerdasan ini anak akan belajar sesuai tingkat kenyamanan, tingkat kepercayaan diri dan potensi kreatifnya.

Dalam fenomena sehari-hari, acap kali anak yang memiliki potensi fitrah gerak/ kecerdasan kinestetik disebut anak yang tidak bisa diatur, enggak bisa diam, dan lain sebagainya. Stigma yang ada sering menyudutkan dan menganggap anak dengan kecerdasan ini sebagai problem maker. Na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita tidak ikut mengamini stigma yang negatif ini. Karena tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang belum menemukan guru yang terbaik.

Dalam pendampingan belajar di era pandemi ini, kami di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta menerapkan Blended Learning, yang salah satu programnya adalah Home Visit. Salah satu yang istimewa penulis rasakan dan bikin rindu adalah belajar dengan salah satu anak yang memiliki kecerdasan gerak luar biasa. Pada hari kedua kunjungan, si anak belum mau masuk rumah, saat saya datang. Ia duduk di depan teras, saya mulai mengajaknya berbagi cerita. Si anak tampak mengamati aktivitas seorang bapak-bapak tetangga depan rumahnya sedang memotong dahan pohon mangga yang cukup tinggi. Dengan tersenyum saya bertanya “Nak, apa yang mas lihat, pingin mencoba panjat pohon… ustadzah siap membantu”. Masya Allah, matanya membulat dan bersinar dengan penuh keceriaan. Akhirnya pelajaran memanjat pohon dimulai, ekspresi kebahagiaan sangat terpancar di wajahnya. Pada pohon pertama mulai baca do’a, hafalan 5 surat bisa dituntaskan. Di pohon yang lain si anak belajar mengenal huruf hijaiyyah dan huruf abjad. Masya Allah semangat sekali. Pada kunjungan sebelumnya si anak usia 5 tahun ini unjuk kebolehannya mengayuh sepeda roda dua, yang ukurannya lebih besar dari ukuran tubuhnya, terampil dan sangat percaya diri. Dan kunjungan kami di hari-heri berikutnya sangat ia nanti

Inilah salah satu langkah kami untuk menjaga fitrah kecerdasan kinestetik pada anak. Semoga Allah mudahkan ananda semua untuk memahami ilmu-ilmu-Nya Allah yang sangat luas ini dengan potensi kecerdasan masing-masing.

by. Parwanti

SERUNYA BELAJAR ONLINE

Bahagia itu bisa mendengar celotehan mereka yang begitu polos dan sederhana.
Sepekan kemarin, tema yang diangkat adalah tentang “Gejala Alam Karunia Allah”. Setiap hari di kelas zoom, satu tema khusus dibahas. Ada kalanya membahas tentang banjir, esoknya membahas tentang gunung meletus, esoknya lagi membahas tentang gempa bumi dan sebagainya. Anak-anak menyimak video kemudian mengeksplor kosakata yang bisa mereka tangkap dari video yang disajikan.

Tak hanya itu, hadits dan doa yang disampaikan pun seputar gejala alam. Hadits tentang kebersihan disampaikan dengan harapan anak-anak sudah mulai memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut membersihkan lingkungan sekitar, sebagai wujud ikhtiar mencegah banjir. Doa ketika hujan yang disampaikan juga bisa mengajarkan anak-anak agar senantiasa mensyukuri karunia Allah berupa hujan dan hujan yang diturunkan pun membawa kemanfaatan.

Di akhir pekan kelas zoom, seorang anak sudah ndak sabar dengan agenda hari itu.

“Hari ini kita akan membahas gejala alam apalagi Usth”

“Ustadzah, aku mau lihat gejala alam favoritku lagi ya usth?

(Gejala alam favorit)
Dannnn… Aku pun seketika tertawa mendengarnya.

“Memang Gejala Alam favoritmu apa Nak?” 😃

” Ehmmmm, aku suka gunung meletus”

Maa Sya Allah…
Semangat terus ya sholih sholihah. Memang tidak mudah kita melewati masa ini. Tapi yakin saja, ini akan menjadi kenangan yang untuk kita semua.

MENSTRANSFER ILMU DAN KEBAIKAN

Tak terasa sudah setahun lamanya dunia mengalami pandemi akbibat covid-19. Tentu saja kondisi seperti ini memberikan imbas hampir di semua sektor, termasuk sektor pendidikan. Setahun ini, banyak yang telah berubah di sektor pendidikan. Kegiatan Belajar Mengajar dimana guru bisa bertatap muka dan mengajar anak-anak di dalam kelas menjadi moment yang langka. Moment yang pastinya sudah sangat dirindukan anak-anak maupun gurunya.

Sebagai pendidik, memang kita tidak dianjurkan untuk menyerah dengan keadaan. Kegiatan belajar mengajar harus terus berlanjut. Ketika satu kondisi tidak bisa kita jalani, maka kita pun harus berinovasi untuk mencari alternati yang lain. Semester satu yang baru saja terlewati, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan dua cara, yakni secara online dan offline. Pembelajaran online dengan cara share video melalui whatsapp atau link yotube, kelas zoom maupun video call. Sedangkan offlinenya kita melaksanakankegiatan home visit atau kunjungan ke rumah.

Memasuki semester dua Tahun Ajaran ini, Solo dan beberapa daerah lainnya terimbas peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena peningkatan kasus covid yang luar biasa. Bahkan dikabarkan hampir semua Rumah Sakit besar penuh dengan pasien covid. Untuk itulah strategi baru diluncurkan, yakni bagaimana para guru bisa menyapa murid-muridnya setiap hari tanpa harus bertatap muka secara langsung. Akhirnya alternatif pilihannya adalah menggunakan kelas zoom beberapa sesi setiap hari. Kenapa harus beberapa sesi setiap hari? Untuk memfasilitasi orang tua yang bekerja dan tidak bisa mendampingi putra putrrinya untuk mengikuti kelas zoom di pagi hari. Jadiilah ada kelas zoom pagi, siang, sore, bahkan malam.

Sejatinya para guru hanya ingin menyampaikan ilmu dan kebaikan kepada anak didiknya. Jangan sampai suasana pandemi membuat semangat belajar menjadi turun. Jangan sampai terjadi juga bonding antara guru dan anak didiknya pudar tergilas oleh waktu. Mari kita lewati masa ini untuk lebih semangat berkarya dan berinovasi.

Menyapa di Semester 2

Awali segala sesuatunya dengan bismillah dan semangat
Senangnya bisa bersua kembali teman-teman Paudit Nur Hidayah di semester dua. Semoga tetap ceria, sholih sholihah, dan ditunggu slalu ya cerita serunya.
Salam sayang dari ustadz ustadzah teruntuk ananda semua.

 

,

Pembelajaran Jarak Jauh

Masa Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak pertengahan Maret 2020 telah membuat beberapa sektor terhenti sejenak. Begitu juga dengan bidang pendidikan yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah untuk mencegah dan memutus rantai penularan virus corona. Lalu bagaimana menyikapi situasi yang demikian? Bagaimnapun pendidikan harus terus berjalan, karena sejatinya belajar tak boleh berhenti. Untuk itulah para pengajar harus bisa menyikapi kondisi seperti sekarang dengan sebaik-baiknya. Tugas mengajar harus terus dilakukan mengikuti kondisi yang sedang terjadi.

Banyak cara bisa dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Dalam situasi seperti ini guru yang kreatif dan terampil sangat diperlukan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah salah satu cara yang bisa ditempuh untuk tetap menyampaikan ilmu kepada anak-anak. PAUD IT Nur Hidayah Surakarta sendiri membuat berbagai macam video tutorial belajar untuk mendampingi anak-anak belajar setiap harinya. Selain itu, diadakan juga kelas zoom dan video call supaya para pengajar bisa menyapa langsung dengan anak didik mereka.

begitulah, dengan keterbatasan tetap harus bergerak. Kita tidak akan pernah tahu sampai kapankah kondisi pandemi ini akan berakhir. Namun, setiap amanah harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Mengajar adalah jiwa-jiwa yang sudah terpatri pada setiap pendidik. Maka terus didiklah mereka meskipun dengan segala keterbatasan.

,

HOME VISIT

Home Visit atau kunjungan ke rumah adalah salah satu program pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan oleh PAUD IT Nur Hidayah Surakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan sekolah untuk bisa mengoptimalkan pembelajaran disamping kegiatan Pembelajaan Jarak Jauh (PJJ) yang juga tetap berjalan. Home Visit PAUD IT Nur Hidayah Surakarta dilakukan dimana ustadz dan ustadzah wali keluarga datang ke rumah masing-masing anak dengan jadwal yang sudah dibuat untuk memberikan pembelajaran secara langsung.

Kegiatan Home Visit tentunya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Untuk itulah beberapa Standart Operational Procedure (SOP) dibuat dalam rangka mengoptimalkan pelayanan dan memaksimalkan ikhtiyar. Beberapa SOP yang dibuat diantaranya adalah: guru yang berkunjung serta anak didik wajib menggunakan masker atau face shield, guru, anak didik, serta keluarga yang dikunjungi dipastikan semua dalam keadaan sehat, guru pengajar, anak didik serta keluarga yang diknjungi tidak melakukan perjalanan jauh/ luar kota selama dua pekan terakhir, dan lain sebagainya.

Kegiatan Home Visit ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang beberapa bulan terakir telah hilang dikarenakan pandemi covid-19. Bagaimanapun untuk Pendidikan Anak Usia Dini, pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan PJJ. Hal ini terutama dalam menanamkan pembiasaan adab islami. Meskipun begitu, kondisi bagaimanapun pendidikan harus terus berjalan. Para guru harus terus berinovasi dan berkreasi agar mampu mengajar dalam kondisi sesulit apapun, termasuk kondisi di masa pandemi seperti sekarang.

,

PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE LITTAQWA

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi PAUD IT Nur Hidayah Surakarta yang salah satunya adalah mendidik generasi Qur’ani maka dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta ada program pembelajaran Al Qur’an. Setiap harinya difokuskan selama 60 menit untuk pembelajaran Al Qur’an. Untuk pembagian waktunya adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan (5 menit)
2. Muroja’ah hafalan dan menambah hafalan baru (15 menit)
3. Penanaman konsep materi dengan peraga (10 menit)
4. Latihan ketrampilan membaca (20 menit)
5. Pesan dan nasehat (5 menit)
6. Mengulang ayat baru dilanjutkan do’a penutup (5 menit)

Metode yang kita gunakan untuk pembelajaran Al qur’an adalah metode littaqwa, yaitu metode yang dirancang oleh tim Internal dari Qur’an Center Nur Hidayah Surakarta. Dalam Metode ini terdiri dari 1 buku I’dad dan 4 jilid dengan pembagian materi sebagai berikut:
I’dad : Pengenalan huruf Hijaiyah tunggal berharokkat Fathah
Jilid 1 : Pengenalan huruf hijaiyah asli, huruf bersambung berharokat fathah, kashroh, dhommah dan pengenalan tanwin
Jilid 2 : Pengenalan huruf mad, sukun dan waqof
Jilid 3 : Pengenalan dengung, jelas, tasydid, lafadz Allah dan waqof ibtida’
Jilid 4 : Pengenalan tajwid dan bacaan ghorib
Khusus untuk PAUD kita targetkan untuk selesai buku I’dad dan jilid 1. Harapannya anak-anak memiliki penguasaan huruf hijaiyah yang kuat sehingga memudahkan untuk belajar materi di jenjang selanjutnya.
Untuk kegiatan hafalan, anak-anak akan ada talaqi per ayat setiap harinya. Harapannya ada progress yang selalu bertambah setiap tahunnya sehingga berazzam anak-anak dapat menyelesaikan juz 30 selama di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta.
Untuk mendukung program tersebut tak lupa pihak sekolah juga mengadakan program untuk upgrade SDM. Kegiatan tersebut berupa koordinasi setiap dua pekan sekali dan setoran hafalan sepekan sekali.
Dalam kondisi saat ini yang menerapkan Lockdown untuk membatasi penyebaran virus corona maka kami melakukan pembelajaran lewat media sosial. Ada penugasan untuk pembelajaran Al Qur’an di rumah yaitu muroja’ah dan membaca buku littaqwa. Orang tua mengirimkan laporan berupa foto dan video melalui grup whatsapp.
Semoga dengan upaya ini bisa tetap menjaga keistiqomahan anak didik PAUD IT Nur Hidayah Surakarta dalam belajar Al Qur’an sehingga terwujud generasi Qur’ani. Aamiin Yaa Rabb.

By: Ustadzah Suratmi Ningsih, S.Pd

SAATNYA PENDAMPINGAN ORANG TUA

Musibah apapun yang menimpa umat manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT, termasuk penyebaran Virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Manusia yang beriman pada Allah, tidak ada kata lain menyambut musibah ini dengan sabar dan berikhtiar totalitas dalam menghadapinya. Termasuk disaat nanti Virus Corona hilang, semua atas kehendak Allah. Terlebih di wilayah Surakarta, termasuk wilayah endemi dengan status Lock Down, mengharuskan seluruh anak untuk beraktifitas di rumah karena semua sekolah ditutup.

Saat inilah Allah memberi kesempatan orang tua untuk membersamai ananda lebih banyak waktu. Orang tua saat ini menjadi guru terbaik bagi tumbuh kembang ananda. Produktivitas waktu ananda di rumah sangat tergantung dari kualitas pendampingan orang tua. Untuk itulah PAUD IT Nur Hidayah berusaha memberikan sedikit solusi sebuah perencanaan pendampingan belajar dan pembiasaan perilaku Islam yang bisa diterapkan dalam keseharian. Program perencanaan pendampingan ini, kami beri nama Kurikulum Keluarga.

Muatan Kurikulum Keluarga mulai dari anak bangun hingga anak tidur kembali.
NO LINGKUP PERKEMBANGAN STRATEGI
1 (Aqidah) Tanamkan pada anak bahwa Virus Corona ada dan tiadanya atas kehendak Allah. Allah mencintai manusia untuk senantiasa menjaga makanan halal dan thoyyib saja. Penjelasan dengan narasi-narasi sederhana sesuai perkembangan berfikir anak.
2 (Akhlaq) Tanamkan pada anak bagaimana berakhlaq sesama anggota keluarga. Empati, saling membantu, berkata lembut dll, adalah akhlaq yang harus ditanamkan. Barangsiapa menjag akhlaqnya maka akan duduk berdekatan dengan Rosulullah SAW di syurga.
3 (Ibadah) Ajak anak untuk berlatih thoharoh training yang meliputi cuci tangan, cebok, berwudhu dengan cara yang benar. Setelah itu biasakanlah sholat berjama’ah di rumah. Dan minta anak-anak untuk selalu berdo’a sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
4 (Wawasan Islam) Bacakan shiroh Nabi dan Rosul dan para sahabat sebagai pengantar tidur ananda. Ambil ibroh yang bisa diteladani untuk anak-anak kita
5 (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Berikanlah motivasi bagi anak-anak untuk banyak membaca buku. Ajak mereka untuk berdiskusi terhadap apa yang telah mereka dapatkan dari buku-buku tersebut. Walau anak-anak baru sebatas membaca gambar. Biasakan juga anak-anak belajar lingkup kognisi mereka, bagaimana mereka harus berfikir kreatif dalam menyelesaikan masalahnya. Asah terus kemampuan bahasa ananda dengan memberi kesempatan mereka berkomunikasi aktif. Alat atau bahan yang ada di rumah bisa menjadi sumber belajar bagi anak. Mengklasifikasi mainan pun menjadi hal yang menarik bagi anak. Permainan tradisional pun bisa menjadi solusi begi mereka untuk berfikir dan bergerak secara positif

Demikian ayah ibu, sedikit uraian untuk membantu orang tua dalam menyusun Kurikulum Keluarga.

By. Ustadzah Parwanti, S.Pd

BERDAGANGLAH SEPERTI RASULULLAH SAW

Hari ini, Senin 9 Maret 2020 PAUD IT Nur Hidayah Surakarta menggelar kegiatan market day. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka puncak tema putaran ke-12 yang bertemakan “Profesi Para Nabi”. Kegiatan market day yang digelar bertujuan tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang fungsi uang tetapi juga menekankan tentang adab-adab berdagang sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Anak-anak beserta ustadz dan ustadzah wali keluarganya menyiapkan barang dagangan mereka sendiri-sendiri. Ada yang menjual aneka mainan anak, puding, jajanan pasar, yoghurt, balon, dan sebagainya. Anak-anak berprofesi sebagai penjual sekaligus pembeli. Mereka menawarkan barang-barang dagangan mereka terlebih dahulu, barulah mereka membeli produk-produk jualan kelas yang lain.

Harapannya kegiatan seperti ini bisa memberikan pelajaran berharga kepada anak-anak untuk menghargai uang yang mereka dapatkan. Anak-anak juga mampu mengelola sendiri uang yang mereka punya dan digunakan untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan. Yuk bedagang seperti Rasulullah…

COVID, JANGAN MENDEKAT YA…

Pagi ini, Kamis 5 Maret 2020 anak-anak PAUD IT Nur Hidayah Surakarta tetap bersemangat meski langit masih ber berselimut mendung. Terlebih lagi hari ini ada sosiodrama bertajuk “COVID, Jangan Mendekat ya” dari Bapak Ibu Dokter Dosen Universitas Sebelas Maret Surakarta. Inti dari sosiodrama ini menguatkan ke anak-anak tentang  pentingnya makan sayur, buah, lauk pauk dan air putih untuk mencegah virus yang akhir-akhir ini lagi trend, yakni virus corona.

Bapak Ibu Dokter Dosen ini ada yang berperan sebagai sayuran, buah-buahan, lauk pauk, air putih, cacing dan tentunya si virus corona. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu mengajak anak-anak untuk mengkonsumsi makan-makanan yang sehat dan menerapkan pola hidup sehat seperti tujuh langkah mencuci tangan sebelum makan. Anak-anak terlihat sangat antusias melihat sosiodrama ini. Bahkan, anak-anak pun diajarkan sebuah lagu tentang makanan sehat.

Kegiatan sosiodrama yang diselenggarakan di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta ini merupakan kerjasama dengan Universitas Sebelas Maret dalam agenda “UNS Mengajar”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ke-44. Barakallah.

Mari kita ikhtiarkan bersama untk senantiasa menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyib. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari segala bentuk penyakit yang membahayakan.