Pendidikan Harus Tetap Dijalankan, Sekarang dan Esok

Kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini tahun-tahun belakangan ini mendapatkan perhatian yang cukup menggembirakan bagi berbagai kalangan masyarakat, pemerintah, pihak swasta, orang tua, akademisi, praktisi pendidikan dan semua pihak yang terkait dengan mega program yang bernama PAUD. Wujud kepedulian ini dimanifestasikan dengan terbentuknya lembaga PAUD, namun pembangunan pada sektor pendidikan anak usia dini tidak lepas dari kendala yang ditemui di lapangan sehingga perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia belum dapat dikatakan telah optimal. Berbagai kendala muncul berkaitan dengan kemampuan pemerintah, pengelola dan masyarakat dalam mengelola lembaga PAUD.

PAUD IT Nur Hidayah salah satu lembaga pendidikan yang ada di Kota Solo mencoba memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak-anak dan orang tua serta pihak-pihak lain yang bersinggungan dengan dunia pendidikan. Tentu saja dibutuhkan banyak hal yang berkualitas untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya adalah Kurikulum yang terpadu, kegiatan kesiswaan yang mampu menstimulasi tumbuh kembang anak didik sesuai dengan perkembangannya, kegiatan humas sebagai bidang kerja untuk mensosialisasikan keberadaan lembaga sekaligus menjadi mitra untuk pemberdayaan orang tua wali murid dan pihak lain, bidang sarpras yang harus menyiapkan segala daya dukung untuk berbagai kegiatan agar berjalan dengan lancar.

Hanya saja tahun ajaran ini sungguh istimewa dengan adanya Pandemi COVID 19, yang mengajarkan kita tentang kebersihan, menjaga pola makan, ketahanan keluarga, serta perubahan pola pembelajaran. Sejak diumumkannya KLB untuk wilayah Solo pertengahan Maret 2020, maka KBM di PAUD IT Nur Hidayah dilaksanakan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Di bawah koordinasi bidang kurikulum dan kesiswaan, mencoba memberikan pelayanan yang terbaik untuk tetap melayani anak-anak dan orang tua. Kegiatan 8 taman tetap dilaksanakan dengan mengambil tema yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Kerja sama ustadz/ah dan orang tua tentu menjadi kunci keberhasilan KBM yang dilaksanakan di rumah.

Dengan visi “ Terwujudnya Anak Usia Dini yang Mulai Memiliki Kepribadian Islami serta Kemampuan Dasar Pengetahuan dan Teknologi Menuju Generasi Qurani” kami mencoba memberikan pelayanan yang terbaik untuk mewujudkan visi tersebut. Meski ada relaksasi kurikulum dalam PJJ di masa pandemi ini, PAUD IT Nur Hidayah tetap mencoba memberikan stimulan tumbuh kembang anak, tentu saja dengan menggandeng orang tua sebagai perpanjangan tangan kami.

Al Quran yang menjadi ruh dalam pembelajaran di PAUD IT Nur Hidayah, menjadi prioritas tersendiri bagi kami. Menjalankan tugas sekolah selama PJJ yakni sebagai koordinator, motivator dan evaluator, menjadikan kami harus ekstra tenaga, fikiran dan waktu agar tetap bisa memberikan layanan pendidikan Al Quran kepada anak didik kami. Berharap semangat dekat dengan Al Quran ini menjadi modal bagi anak-anak kami untuk melanjutkan langkah meniti kehidupan ini dengan lebih berkah. Pendalaman agama Islam menjadi waktu yang berharga bagi ustadz/ah untuk bisa lebih dekat dengan anak-anak. Tidak hanya transfer ilmu, tetapi lebih pada transfer ruh keimanan. Mengajarkan berbagai adab, syiar kebaikan serta nilai – nilai positif dalam kehidupan meski melalui PJJ.

Dibutuhkan SDM yang handal untuk bisa menyambut tugas dan amanah dimasa-masa seperti ini, SDM yang tangguh, tidak mudah menyerah, mau berubah, mau belajar meningkatkan kompetensi mengikuti perkembangan zaman dan tentunya SDM yang kuat keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Untuk itu, perlumya mendampingi SDM dalam hal ini wali kelas untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memberi layanan pendidikan kepada anak-anak meski di tengah pandemi. Berikut kami sampaikan program unggulan SDM, yang harapannya menjadi jembatan bagi kami untuk bisa menyiapkan guru-guru handal

  1. Peningkatan kompetensi SDM secara virtual
  2. Peningkatan kualitas supervisi
  3. Peningkatan gizi serta kesehatan SDM melalui pemenuhan suplemen dan vitamin.

Ini langkah nyata kami untuk tetap berjuang. Mengawal tumbuh kembang anak-anak usia dini di masa pandemi. Semoga Allah memberi kemudahan dalam setiap ikhtiyar yang kami laksanakan serta memberikan hasil yang baik dalam setiap program yang sudah kami rencanakan.

 

by. Dewi Marsiyah

,

Parenting: Menangis, Dilarang atau Dibiarkan?

Ayah Bunda, apakah sering melarang anak menangis?
Ternyata sebagai orang tua kita tidak diperbolehkan melarang anak menangis sembarangan. Kenapa? Karena ketika kita melarang mereka menangis, justru emosinya akan tertahan dan bisa bisa membuat mereka tertekan. Boleh melarang mereka untuk menangis, hanya saja perlu diperhatikan faktor usia, penyebab mereka menangis, dan ada cara yang tepat menghentikan tangisan mereka.

Contohnya saja bayi yang belum bisa bicara. Menangis merupakan cara ia berkomunikasi. Lewat tangis, bayi mengungkapkan bahwa ia lapar, haus, merasa tidak nyaman, dan sebagainya. Begitu pula balita yang kemampuan bicaranya masih minim. Perasaan negatif sering mereka ungkapkan dengan cara menangis. Misalnya ketika mereka sedang sedih, marah, kesal ataupun kecewa.

Lalu, bagaimana jika putra-putri kita termasuk tipe anak yang mudah menangis? Maka ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:
🌷 Jangan dimarahi atau diejek
Ketika anak menangis, biarkanlah mereka meluapkan emosinya terlebih dahulu. Jangan dimarahi ataupun diejek. Karena ketika dimarahi atau diejek, ia akan merasa bahwa perasannya tidak diterima oleh orang lain, bahkan oleh orang-orang terdekatnya, yakni kita sebagai orang tua. Hal ini akan menyebabkan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang minim empati dan egois karena itulah yang diajarkan oleh orang tua mereka.

🌷 Peluk dan dekap mereka
Jadikan kita sebagai teman terbaik mereka disaat mereka sedang sedih. Sediakanlah diri kita menjadi tempat untuknya menyampaikan masalah yang sedang mereka hadapi. Berikan kondisi ternyaman kepada mereka dengan cara memeluk mereka disaat mereka menangis, mendekap mereka, atau mengusap air mata mereka dengan lembut.

🌷 Cari tahu penyebabnya
Setelah kondisi mereka tenang, maka cari tahu apa yang membuat mereka memangis. Bantu mereka menyelesaikan masalahnya sendiri, atau berikan saran bagaimana seharusnya menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi.

🌷 Ajarkan cara menenangkan diri
Tidak setiap saat anak-anak berada di samping kita, maka bantulah mereka menghadapi masalahnya ketika kita tidak ada. Ajarkan mereka bagaimana menenangkan diri disaat sedang sedih, marah, ataupun kecewa. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk berpindah posisi, beristighfar, dan berwudhu ketika sedang marah. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi anak-anak untuk menenangkan diri.

🌷 Ajarkan untuk mengungkap perasaan
Sebagai orang tua, jangan biarkan anak-anak meluapkan emosinya tanpa alasan. Biasanya mereka akan menjerit, teriak-teriak, memukul, ataupun melempar benda disaat marah karena mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengekspresikan kemarahannya secara verbal. Ajarkan beberapa kata atau kalimat kepada mereka seperti “aku sedang marah”, “aku sedang sedih”, “aku sedang kesal”, dan sebagainya. Lambat laun anak akan terbiasa untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara yang baik.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui bahwa ada banyak manfaat ketika kita membiarkan untuk meluapkan emosinya, yakni:
🌷Menangis bisa menyeimbangkan emosi
🌷Menangis bisa mengurangi kesedihan
🌷Menangis bisa memperbaiki mood
🌷Menangis bisa mengurangi rasa sakit karena disaat menangis tubuh mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat menenangkan dan hormon endorfin yang membuat tubuh tidak merasakan sakit yang dialami.
🌷Dan untuk bayi, menangis bisa membuat mereka tidur terlelap.

Menangis itu sehat, indah dan mengungkapkan kejujuran. Maka disaat yang tepat bolehlah untuk menangis sepuas-puasnya. Bahkan di dalam QS Al Isra ayat 109, Allah menyampaikan “dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk”. Maka mari kita ajarkan kepada anak-anak kita, ketika mereka sedang mengalami masalah yang berat, untuk menangis dan mengungkapkan apa yang menjadi bebannya di hadapan Rabb-nya.

Disampaikan oleh: Fika Yudhi Hidayati, S.I.Kom

Dalam Harmonika Good Parenting Radio MH FM, Jumat 10 Januar 2020