Tidak Masuk Kategori

,

Proyek Keluarga di dalam Bulan Ramadhan

Keluarga memiliki peranan penting dalam menumbuhkan kecintaan anggota keluarganya kepada syariat Islam dan pembiasaan nilai-nilai positif dalam kehiduoan. Anak yang tumbuh dan berkembang di tengah keluarga yang menjunjung tinggi syariat-syariat Islam akan menjadi pribadi yang hormat dan patuh pada aturan Islam pada saat dewasa kelak, saat ia memimpin keluarga kecilnya dan saat terjun di masyarakat.

Keluarga ideal ini tentunya tidak terbentuk begitu saja,pemangku kebijakan di dalamnya harus memiliki komitmen untuk mendesainnya secara apik. Momen-momen syiar Islam selalu di angkat untuk di jadikan isu hangat dalam keluarga. Tidak terkecuali bulan suci Ramadhan,momen mulia ini harus fimanfaatkan untuk mendidik anggota keluarga dalam ketaatan kepada Allah.

Bagaimana kita merancang kegiatan keluarga untuk memaksimalkan Ramadhan tahun ini yang tinggal dalam hitungan hari? Ya, Ramadhan kali ini harus lebih berkesan daripada Ramadhan sebelumnya. Anggota keluarga harus terlibat untuk menciptakan suasana berbeda yang akan selalu dikenangnya sepanjang hidup. Berikut ini beberapa contoh program yang bisa dicoba diterapkan dalam keluarga:

  1. Desain rumah.

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan agar menjadi bulan yang luar biasa,desain rumah bisa menjadi alternatif awal. Sepekan sebelum datang bulan puasa kegiatan ini bagus dilakukan,memilih hari libur di akhir pekan tentu lebih diutamakan agar semua dapat ikut serta. Desain rumah tidak identik dengan biaya yang mahal atau kemewahan,program ini bisa dilakukan dengan cara bersih-bersih rumah bersama, menata ulang ruang tengah dan ruang tamu, atau dengan membuat tulisan “MARHABAN YA RAMADHAN” dan ditempelkan di dinding rumah. Intinya, ada kesan yang berbeda dalam menanti bulan suci.

  1. Melatih anak berpuasa.

Puasa Ramadhan wajib di lakukan bagi orang muslim yang telah baligh, namun orang tua diperintahkan untuk melatih anak-anak sebagai persiapan saat baligh nanti. Latihan puasa ini bisa dimulai sejak usia tujuh tahun, sebagaimana Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengajari anak shalat pada usia ini. Tidak harus langsung sehari penuh, bisa dimulai dengan setengah hari dahulu. Ketika anak merasa lapar ada baiknya dihibur dengan mainan kesukaannya atau dengan menonton film kartun yang mendidik. Namun jika benar-benar tidak tahan lagi, maka orang tua tidak perlu memaksakannya.

Saat berbuka hidangkan makanan ynag ia suka. Selain berikan pujian atas keberhasilannya dalam puasa hari itu, jika perlu siapkan hadiah berupa barang atau tambahan uang saku untuk untuk memotivasinya.

  1. Buka bersama.

Buka bersama keluarga akan menambah syahdu suasana Ramadhan. Berkumpul pada saat bahagia menyantap buka. Dalam menentukan menu buka, ibu bisa meminta pendapat anak-anak tentang makanan yang mereka inginkan pada hari itu. Kegiatan ini bisa juga dilakukan dengan mengundang keluarga besar dan dengan menceritakan kisah-kisah menarik sebelum berbuka untuk menambahkan keberkahan.

  1. Tadarus keluarga.

Ramadhan adalah bulan Al Quran, saat yang tepat untuk menanamkan kecintaan kepada keluarga tentang Al Quran. Orang-orang sholeh pada zaman dahulu sangat intens perhatian mereka terhadap amalan yang satu ini. Oleh karenanya, tadarus keluarga salah satu pilihan yang direkomendasikan . Dengan membuat lingkaran, masing-masing membaca satu atau dua ayat secara bergantian hingga satu juz misalnya. Bagus pula dilengkapi dengan membaca terjemah beberapa ayat yang tadi dibaca, setidaknya anggota keluarga terbiasa mendengar kandungan ayat dimulai dengan terjemahannya. Rasulullah SAW menjamin bahwa dengannya Allah SWT akan menurunkan ketenangan, menyelimutkan kasih sayang dan menyebut keluarga ini di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.

  1. Memberi buka puasa.

Secara umum memberi makan orang lain termasuk amalan mulia di dalam Islam, lebih utama lagi jika yang diberi makan adalah orang yang sedang berpuasa. Kemuliaan ini akan lebih langgeng jika didesain dengan melibatkan semua anggota keluarga. Yaitu, dengan memberitahukan rencana ini sebelumnya, memasak bersama dan membagikan ke tetangga, kerabat, panti asuhan atau anak-anak jalanan. Hal ini akan mengasah kepedulian keluarga terhadap kondisi di sekelilingnya.

  1. Silaturahmi.

Menjaga keharmonisan antar kerabat tidak kalah pentingny. Dalam ayat pertama surat An-Nisa’ Allah SWT menyandingkan perintah ketakwaan kepada-Nya dengan perintah menjaga silaturahmi. Di bulan suci Ramadhan ini, mengajak keluarga untuk berkunjung ke kerabat sangat tepat. Selain mengeratkan hubungan, silaturahmi ini akan menjadikan media motivasi untuk anak dalam menjalankan puasa, misalnya di kerabat yang dikunjungi ada anak yang seusianya. Merela bisa saling berbagi cerita dan menguatkan yang lain.

  1. Shalat tarawih bersama.

Sesekali mengadakan tarawih bersama keluarga di rumah. Dengan kegiatan ini orang tua bisa mengajarkan tarawih yang benar kepada anak-anak, bisa juga menambahkan nasihat dalam bentuk kultum menjelang witir atau setelahnya.

Demikian beberapa contoh program keluarga untuk memaksimalkan Ramadhan dalam meningkatkan semangat keimanan. Kita tidak tau mana dari kegiatan itu yang akan membekas pada diri anak dan akan dibawanya hingga dewasa nanti. Hanya kepada Allah SWT kita tambatkan harapan, kiranya berkenan memberi hidayah pada keluarga kita. Semoga kita semua dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan tahun ini dan bisa memaksimalkan ibadah kita bersama keluarga tercinta. Aamiin yaa robbal’alamiin

Oleh: Rodliyati Muzayanah

Sumber: Buku Andai ini Ramadhan Terakirku

,

Pantunku Pantunmu Pantun Kita

Melihat burung terbang di langit
Jangan lupa lihat ke bawah
Cari sekolah yang favorit
Ya PAUD IT Nur Hidayah

Jalan jalan di pinggir sawah
Gelang mutiara ayo dironce
PAUD IT Nur Hidayah
Memang paling oce

💜💜💜

Tertawa lepas di tengah senja
Mendengar beduq bertalu talu
Mari berdoa bersama – sama
Supaya pandemi segera berlalu

Kicau burung mendayu dayu
Perahu sampan pergi ke hulu
Ingin hati menangis pilu
Karena merindu bapak ibu guru

Buah semangka buah jambu
Belinya di pasar mangu
Setahun sudah berlalu
Kapan bisa melepas rindu

💚💚💚

Indahnya mega dikala senja
Membuai mata yang terlena
Ramadhan segera tiba
Persiapkan diri menghadapinya

Ombak berguling di lepas pantai
Ikan berenang beramai ramai
Ramadhan sebentar lagi sampai
Mari bersiap jangan bersantai

Silaunya mentari pagi
Menyinari eloknya bumi
Mari bersihkan hati
Di Raya yang fitri

by. Sumarsih

Keluarga Bahagia di Era Pandemi

Kebahagiaan adalah impian setiap insan, dalam kondisi apapun pastinya kita ingin bahagia.

Hakekat bahagia dalam Islam Kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan man dan perilaku sesuai dengan keyakinannya itu

Menurut Al ghozali Puncak kebahagiaan pada manusia adalah disaat berhasil mengenal Allah

Sedangkan kebahagiaan dalam Alqur’an

  1. kebahagiaan akhirat yang hakiki bagi orang bertaqwa
  2. QS Az Zhukruf ayat 35

         “dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

  1. Janji Allah nyata bagi orang beriman keuntungan di dunia dan akhirat
  2. QS As Syuro ayat 20

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS. Asy-Syura : 20)”

  1. Kebahagiaan akhirat lebih utama

( Q.s Al Ankabut aya 64)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS. Al-Ankabut : 64)

 Mengejar Kebahagiaan Akherat

  1. Berjuang di jalan Allah(Q.S An Nisa ayat 74)

Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

  1. Tunduk kepada aturan Allah
  2. Menjalankan kehidupan sebagai fill Ard

Bagaimana Mewujudkan kebahagiaan dalam keluarga saat pandemi

  1. Saling menjaga,mengingatkan dan meningkatkan ibadah kepada Allah
  2. Bersama dan bersatu membangun rumahku syurgaku
  3. Perkuat koneksitas rasa emosional
  4. Komunikasi efektif
  5. Pandai mensyukuri nkmat Allah

HR Ibnu Hibban

           Ada 4 kebahagiaan adalah istri sholihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang yang baik dan kendaraan yang nyaman,sedangkan 4 kesengsaraan adalah tetangga buruk, istri  dholim,rumah sempit dan kendaraan buruk

  1. Saling menghargai dan berlaku bijak
  2. Menghadirkan Rumah sebagai kesenangan
  3. S An Nahl ayat 80

Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu).

 

(dikutip dari berbagai sumber)

by. Sarsiti, S.Pd

BERSYUKUR

Rasulullah shallallahu”alaihi wa sallam bersabda;

“ Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusan adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan melainkan pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Sebaliknya apabila ia tertimpa kesusahan ia pun bersabar, maka itupun kebaikan baginya”.

(Hadist Shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no.2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahua’anhu)

Sejatinya seorang muslim tidak pernah terlepas dari tiga keadaan yang merupakan tanda kebahagian yaitu bila ia mendapatkan nikmat maka dia bersyukur, apabilan mendapat ,musibah atau kesusahan maka dia bersabar, dan apabila berbuat dosa atau kesalahan maka ia segera bertaubat / beristighfar ( Qowa’idulArba;hal.01)

Seoarang muslim yang baik sejatinya mengetahui segala kenikmatan, kemudahan, keberuntungan dalam kehidupan mereka sejatinyan adalah nikmat yang dikaruniakan Allah Ta’alla, oleh karena kenikmatan tersebut adalah karunia Allah Ta’alla maka tidak selayaknya kenikmatan dalam kehidupan itu membuat dirinya lupa akan sang maha penciptakan yang memberi banyak kemudahan. Akan tetapi karunia tersebut haruslah disyukuri.

Syukur yang bagaimana?

Syukur adalah akhaq yang mulia, yang muncul karena kecintaan dan keridhoan yang besar tehadap Sang Pemberi nikmat. Menurut Ibnu Qudamah rahimahullah; Syukur yang sebenarnya adalah dengan hati, lisan, dan anggota badan.

  • Tugas Hati dalam bersyukur :
  1. Mengetahui dan menyakini bahwa nikmat tersebut semata-mata datangnya dari Allah SWT bukan dari selain-Nya

Allah Ta’ala berfirman “ Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)….” (QS. An Nahl : 53)

Meskipun bisa jadi kita mendapatkan nikmat itu melalui tempat kerja kita, aktivitas jual-beli kita, hadiah dari teman atau dari hal yang lain. Maka semuanya itu merupakan nikmat dari Allah Ta’alla  melalui perantara hal tersebut.

  1. Mencintai Allah Ta’alla yang telah memberikan semua kenikmatan itu kepada kita.
  2. Meniatkan untuk mengunakan nikmat itu dijalan yang Allah ridhai.
  3. Menyadari bahwa kenikmatan ini merupakan ujian ketaatan sehingga diharapkan hati tidak terlena akan tetapi hati slalu menyadarkan bahwa kenikmatan didunia ini ada pertangungjawabanya di hadapan Allah Ta’alla di akhirat nanti

.

  • Tugas Lisan dalam bersyukur
  1. Memuji dan menyanjung Allah Ta’alla yang telah memberikan nikmat tersebut kepada kita, yaitu dengan kalimat “ ALHAMDULILLAH “
  2. Bersyukur dengan mengucapkan kalimat Tahmid ini tidak melulu pada hal kenikmatan yang besar, terlihat atau berwujud akan tetapi segala kenikmatan pada diri kita kecil maupun besar, dalam aktivitas sehari-hari seyogyanya kita syukuri dengan mengucapkan kalimat tahmid ini.
  3. Membiasakan lisan kita mengucap syukur kalimat Tahmid ini sebelum kata-kata selebrasi , seperti wah…, yes…, hebat dan lain-lain.
  • Tugas Anggota badan

Karena hati telah mengetahui dan menyakini bahwa nikmat pada dirinya adalah kanuia Allah Ta’allah, dan juga lisan telah memuji, mengagungkan asma Allah dalam kalimat “Alhamdulillah” maka tugas badan adalah bergerak untuk melakukan aktivitas sebagai tanda bersyukur.

  1. Menginfaqkan atau menshodaqohkan sesuai takaran dan kesanggupan apabila kenikmatan itu adalah berupa bertambahnya harta.
  2. Menggunakan kenikmatan tersebut untuk mentaati Allah Ta’allah Sang Pemberi kenikmatan.
  3. Menahan diri dari perilaku bangga diri akan nikmat ilmu, kedudukan, rupa,keturunan.

Menghindari diri dari perilaku boros atau menghampur-hampurkan kenikmatan berupa rizki untuk keperluan diri sendiri yang berlebihan.

Menghindari diri dari perilaku kikir, terhadap sesama.

by. Istiqomah, S.Pd

,

Pembelajaran yang Menyenangkan di Balik Pandemi

Pembelajaran  dimasa  pademi kita sebagai Pendidik Anak Usia Dini harus sabar, kreatif,yakin serta tetap optimis dalam mendampingi Ananda belajar dari rumah melalui DARING.Banyak cara yang bisa kita lakukan seperti dengan zoom,video call,voice note,pembuatan video pembelajaran yang inovatif.

Cara seperti ini sangatlah efektif dan banyak orang tua merasa terbantu,meskipun banyak kendala yang hadapi,setidaknya kita sudah berusaha membantu orang tua agar anak tetap belajar dimasa pademi dengan senang dan gembira.

Kesulitan atau kendala yang sering dihadapi seperti sebagai berikut :

  1. Banyak orang tua kesulitan untuk mengajak belajar sesuai kegiatan jadwal sekolah
  2. Banyak anak kurang fokus untuk belajar melalui Daring
  3. Anak kalau belajar bersama orang tua manja atau terkadang malah nangis dan lain sebangainya
  4. Mood anak

Terkadang anak ingin main tapi orang tua ingin mengajari untuk belajar,kita sebagai orang tua harus bisa memahami gimana kondisi sikis anak dan bisa membedakan mana saat bermain dan mana saat untuk belajar ,diperlukan hati yang longgar untuk menghadapi anak usia dini dengan karakter yang berbeda –beda.

Berbagai cara kita coba untuk membujuk dan merayu anak untuk belajar,ada beberapa tips dan cara  supaya anak tetap semangat belajar

1.belajar sambil bermain dengan mainan kesukaan

2.belajar sambil bernyanyi

3.belajar dengan bercerita

4.belajar dengan main tebak –tebakan

5.belajar diruangan terbuka seperti taman tentunya dengan protokol kesehatan

Kegiatan DARING  sangat membutuhkan  kerja sama antara orang tua dan guru,bisa membantu kesulitan yang dihadapi.Kebijaksanaan sekolah sudah tapat belum untuk belajar lewat DARING dan terus kerja sama orang tua dan guru apa yang bisa kita seleraskan,contoh keluhan anak yg tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan guru,coba kita lakukan beberapa langkah sebagai berikut

1.lewat zoom,video call,voice note,guru akan menyapa dan memberi motivasi untuk lebih semangat belajar lagi

2.lewat home visit [tatap muka] dengan menerapkan protocol kesehatan

3.pemberian hadiah,rewed atau sekedar pemberian bintang

Semoga kita tetap semangat mendampingi anak belajar melalui Daring…..TETAP SEMANGAT,TETAP HEBAT,DAN TETAP SEHAT’’

by. Sukatni

Merangkai Asa

Gunakan kesempatan yang masih diberi

Semoga kita takkan menyesal

Masa usia kita jangan disiakan

Karena ia takkan kembali. (Demi masa – Raihan)

Kita hidup didunia ini awalnya dalam keadaan suci, bersih seperti kertas putih yang belum tercorat-coret. Tapi seiring berjalannya waktu, kertas tersebut lama-kelamaan akan ada coretan-coretan. Dan kita lah yang menentukan apa yang akan kita goreskan di lembaran kertas tersebut.

Kehidupan terus berjalan sampai kita bertemu dengan Sang Pencipta. Hidup ini ibarat “mampir ngombe” kalau orang Jawa mengatakan. Yah benar, di dunia ini kita hanya mampir. Karena kehidupan yang kekal ada di akhirat. Di dunia ini kita mampir untuk beristirahat sejenak, mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan yang jauh. Tenaga itulah amal-amalan kita. Apakah tenaga yang kita gunakan bisa menjadi bekal untuk bertemu dengan Allah Sang Maha Cinta. Kitalah yang menentukan.

Apakah di tempat persinggahan kita ini kita mengumpulkan tenaga untuk dapat melanjutkan perjalanan ke kehidupan berikutnya?

Apa yang sudah kita lakukan saat ini?

Sudah banyakkah kebaikan-kebaikan yang kita kumpulkan?

Atau malah kebaikan-kebaikan yang kita kumpulkan lebur begitu saja karena keburukan yang kita lakukan?

Na’udzubillah mindalik……

Rasulullah pernah bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dimana saja engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan karena kebaikan dapat menghapus keburukan, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah adalah pemilik akhlak terpuji. Segala kebaikan ada pada diri beliau. Kita umat tercintanya hendaknya bisa meneladani beliau. Diri ini menasehati diri sendiri untuk bisa selalu dan selalu memperbaiki diri. Banyak macam kebaikan yang bisa kita lakukan di dunia ini. Coba kita tulis satu persatu jenis-jenis kebaikan apa saja. Pasti akan banyak yang bisa kita sebutkan disana. Tapi apakah kita mampu melakukan semuanya?

Insya Allah mampu. Karena kita manusia diberi kemampuan yang luar biasa untuk bisa melakukan kebaikan. Hanya saja apakah kemauan untuk melakukan kebaikan itu selalu ada pada diri kita? Itulah pentingnya kita saling mengingatkan satu sama lain untuk tetap bisa melakukan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan kembali hati-hati kita yang sudah mungkin sudah mulai rombeng.

  • Jaga hati kita. Di dalam jasad ini ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya. Hati adalah tempat dimana kebaikan atau kejelekan itu akan muncul. Selalu kondisikan hati kita agar tetap menuju kepada kebaikan-kebaikan. Jaga hati ini dari berbagai penyakit hati.
  • Segera lakukan kebaikan ketika peluang tersebut sudah ada di depan mata. Jadi jangan tunda-tunda kebaikan yang akan kita lakukan.
  • Hindari hal-hal yang mengarah kepada kejelekan. Sekiranya ada teman yang mengajak kepada keburukan, sekecil apapun itu maka segera hindari dengan mengajaknya kepada kebaikan kita.
  • Cari lingkungan yang mengajak kepada kebaikan. Ketika orang-orang di sekitar kita baik, maka kita akan termotivasi untuk selalu melakukan kebaikan.
  • Ajak orang lain untuk berbuat kebaikan. Karena dengan cara mengajak kepada kebaikan kita juga termasuk sudah melakukan kebaikan.
  • Berusaha istiqomah dalam kebaikan. Karena yang sulit itu adalah mempertahankan.
  • Segera memperbaiki diri ketika kita sadar kita telah melakukan kesalahan dan berusaha untuk kembali lagi kepada jalan kebaikan.
  • Berdoa kepada Allah agar Allah selalu memberikan kita petunjuk ke jalan kebenaran dan memudahkan langkah-langkah kita untuk melakukan kebaikan.

Yuk kita bersama-sama mengumpulkan tenaga di tempat persinggahan ini untuk dapat melanjutkan perjalanan panjang kita bertemu dengan Allah. Apapun kebaikan yang bisa kita lakukan, maka lakukanlah. Sekecil apapun kebaikan yang bisa kita lakukan, mari kita lakukan. Kita rangkai amal sholih untuk dapat berjumpa dengan Sang Maha Cinta. Karena harapan itu masih ada.

by. Rifa Sakura

10 Kata Positif yang Bisa Menanamkan Kepercayaan Diri Anak Agar Menjadi Lebih Pandai dan Sholeh Sholehah

1. Aku cinta kepadamu. Dasarnya cinta itu memberi, bukan menerima. Jadi Orang tua tdk boleh menunggu balasan cinta dari anak kita. Ucapkanlah kata itu dengan ikhlas utk anak kita.

2. Aku bahagia karena kamu anakku.
Sebagai orang tua kita hrs menunjukkan kebahagiaan mempunyai anak kita. Apapun kondisi anak kita.

3. Kamu pandai sekali, kamu pintar dan cerdas no 1 sedunia, dan aku suka kamu.
Sebagai orang tua kita tdk boleh mengucapkan aku suka kamu karena kamu cerdas atau yg lainnya.. Akan tetapi kata positifnya dl (cerdas, pintar, sholeh, sholihah, dll) baru diikuti dg kata aku suka kamu

4. Kamu manis, kamu cantik, dan suara kamu indah (utk anak perempuan) jk anak laki bisa diganti dg kata yg lain.
Caranya dg merekam suara anak terutama saat anak mengaji /menambah hafalan. Rekaman anak td bisa dijadikan nada dering tlp sehingga anak akan merasa bangga krn suaranya di dengarkan oleh byk orang, dengan begitu anak lebih percaya diri.

5. Kamu anak hebat, dan bagi saya(ortu) kamu banyak berguna bagi keluarga semua.
> Menanamkan tanggung jawab anak, &
melatih anak sebagai pemimpin.
Contoh : anak bisa dikasih pesan sesuai dg tahap perkembangannya.
Mama percaya adek bisa membereskan mainan, mama percaya kakak bisa menjaga adek, dll

6. Kamu punya kelebihan, dan tidak ada batasnya.kamu pny yg terbaik dan tdk ada batasnya.
> orang tua hendaknya sering menonjolkan kelebihan anak drpd kekurangannya.
>mgkn bagi kita kata ini kecil, tp bagi anak2 subhanallah sangat bermanfaat sekali.

7. Selalu bermusyawarah dg anak, ketika mau mengambil keputusan, terutama jika hal itu berkaitan dg anak.
>ortu hendaknya memberi kesempatan kpd anak utk mengungkapkan pendapatnya. Boleh jadi pendapat anak lebih baik dari pendapat kita. terutama utk kepentingan anak.
> anak akan merasa senang dan bangga krn pendapat mereka dihargai.

8. Selalu memberi pujian kepada anak kita , ketika di depan teman²nya.

9. Doakan yg baik. Dengan cara : mendoakan anak, ketika anak sedang bersama kita. Harapannya agar anak bisa mendengar apa yg kita doakan.

10. Sya sangat percaya kepadamu, dan apapun yang saya (ortu) tugaskan, saya yakin kamu akan melakukan dengan lebih baik.
> menanamkan ke anak arti tanggung jawab dan dpt menumbuhkan rasa percaya diri anak.

♡ Selamat mencoba ayah /Ibu dirumah. Semoga bermanfaat.

Sumber: Ust Syeh Ali Jaber

Perangkum: Yayuk Andayani, S.Pd

Tips Mengajari Anak Untuk Berbagi Mainan

Dunia anak adalah dunia bermain. Dimana anak suka bermain sendiri ataupun dengan orang lain. Saat bermain dengan temannya pasti ada beberapa masalah. Nah salah satunya yaitu rebutan mainan yang dimilikinya. Ini ada beberapa tips untuk mengajarkan anak suka berbagi mainan dengan temannya. Yuk kita simak….

  1. Kenalkan konsep berbagi secara sederhana, berbagi bukan berarti memberikan miliknya.

Berikan pengertian kepada anak dengan bahasa yang sederhana, sehingga anak dapat paham tentang berbagi yang kita maksud. Dari sini anak akan mengerti bahwa berbagi mainan bukan berarti memberikan mainan miliknya ke orang lain.

  1. Tidak memaksa anak ketika tidak mau berbagi, tanyakan alasannya.

Perlu ditekankan bahwa kita tak boleh memaksa anak untuk berbagi. Ketika anak belum mau berbagi mainannya dengan temannya, maka tanyakan alasannya. Mengapa belum mau berbagi? Mungkin disinilah kita akan menemukan alasannya dan kita bisa memberi pengertian padanya.

  1. Puji saat anak mau berbagi dan tidak menghukumnya jika tidak mau.

Anak akan senang bila diberi pujian ketika mereka melakukan hal yang baik. Dari pujian ini akan menumbuhkan rasa ingin berbaginya lebih muncul, di lain kesempatan dia akan senang berbagi lagi dengan temannya. Jika memang belum mau berbagi, jangan sampai menghukumnya. Karena itu bisa membuat anak tidak ada rasa ingin berbagi dengan orang lain.

  1. Orang tua memberi contoh berbagi itu menyenangkan.

Anak akan mencontoh orang tua, baik perilaku yang baik maupun buruk. Karena fitrahnya anak kecil adalah mencontoh. Sebagai orang tua, kita adalah teladan bagi anak kita. So, yuk ajarkan dan perlihatkan kepada anak kita, bagaimana kita berbagi dengan orang lain dengan cara menyenangkan.

 

Nah, ini beberapa tips untuk mengajari anak kita berbagi mainan dengan temannya…

Semoga dengan tips ini anak kita senang berbagi mainan dengan temannya dan mereka saling menyayangi… aamiin…

,

HOME VISIT

Home Visit atau kunjungan ke rumah adalah salah satu program pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan oleh PAUD IT Nur Hidayah Surakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan sekolah untuk bisa mengoptimalkan pembelajaran disamping kegiatan Pembelajaan Jarak Jauh (PJJ) yang juga tetap berjalan. Home Visit PAUD IT Nur Hidayah Surakarta dilakukan dimana ustadz dan ustadzah wali keluarga datang ke rumah masing-masing anak dengan jadwal yang sudah dibuat untuk memberikan pembelajaran secara langsung.

Kegiatan Home Visit tentunya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Untuk itulah beberapa Standart Operational Procedure (SOP) dibuat dalam rangka mengoptimalkan pelayanan dan memaksimalkan ikhtiyar. Beberapa SOP yang dibuat diantaranya adalah: guru yang berkunjung serta anak didik wajib menggunakan masker atau face shield, guru, anak didik, serta keluarga yang dikunjungi dipastikan semua dalam keadaan sehat, guru pengajar, anak didik serta keluarga yang diknjungi tidak melakukan perjalanan jauh/ luar kota selama dua pekan terakhir, dan lain sebagainya.

Kegiatan Home Visit ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang beberapa bulan terakir telah hilang dikarenakan pandemi covid-19. Bagaimanapun untuk Pendidikan Anak Usia Dini, pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan PJJ. Hal ini terutama dalam menanamkan pembiasaan adab islami. Meskipun begitu, kondisi bagaimanapun pendidikan harus terus berjalan. Para guru harus terus berinovasi dan berkreasi agar mampu mengajar dalam kondisi sesulit apapun, termasuk kondisi di masa pandemi seperti sekarang.

KETIKA ANAK HARUS BERPISAH DENGAN DIAPER

Penggunaan diaper sudah menjadi sebuah kebiasaan untuk anak kecil, terutama bayi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan bayi belum bisa mengutarakan hasratnya untuk buang air kecil atau air besar. Saat usia anak beranjak 2 tahun, anak-anak perlu dilatih supaya bisa berhenti menggunakan diaper. Hal ini bertujuan untuk melatih anak agar dapat merasakan buang air kecil itu seperti apa. Selain itu juga bertujuan menstimulasi anak berkomunikasi supaya bisa mengungkapkan kebutuhannya ke toilet.

Beberapa tips yang bisa kita terapkan agar anak-anak bisa berhenti menggunakan diaper adalah sebagai berikut….
Yuk kita simak…!

1. Motivasi anak untuk melepas Diaper. Nah kita memberi motivasi untuk anak, mengapa mesti melepas diaper. Alasannya apa dan ungkapkan dengan kalimat positif.
2. Mengajak anak untuk pipis setiap satu jam sekali. Nah ini perlu kita cermati setiap jamnya. Kita latih dan tawarkan ke toilet per satu jam agar ananda terbiasa dengan ritme waktunya untuk buang air kecil.
3. Jika masih juga ngompol, kita perhatikan kebiasaan pipisnya setiap berapa menit sekali.
4. Motivasi ananda untuk mau bilang saat mau pipis. Selalu gunakan kalimat positif untuk memotivasinya. Hal ini dilakukan, agar anak mudah mengerti dan paham.
5. Biasakan terus hal tersebut, sampai anak mandiri mau bilang saat mau pipis. Anak mulai dapat mengenali kebutuhan dirinya untuk pipis.
6.Menyamakan pola asuh antara di rumah dan di sekolah.
7. Nah terakhir yaitu kita harus sabar untuk melakukannya ini. Tidak akan bisa berhasil sekali langsung anak mandiri, tapi butuh kesabaran dan ketelatenan orang dewasa untuk melatih anak berhenti menggunakan diaper.

Nah itu beberapa tips yang bisa diterapkan yaa ayah ibu. Selain tips itu jangan lupa juga berdoa, karena doa dan ikhtiar tak bisa terpisahkan…

Selamat mencoba dan semoga berhasil diterapkan kepada anak kita…