Posts

KETIKA ANAK HARUS BERPISAH DENGAN DIAPER

Penggunaan diaper sudah menjadi sebuah kebiasaan untuk anak kecil, terutama bayi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan bayi belum bisa mengutarakan hasratnya untuk buang air kecil atau air besar. Saat usia anak beranjak 2 tahun, anak-anak perlu dilatih supaya bisa berhenti menggunakan diaper. Hal ini bertujuan untuk melatih anak agar dapat merasakan buang air kecil itu seperti apa. Selain itu juga bertujuan menstimulasi anak berkomunikasi supaya bisa mengungkapkan kebutuhannya ke toilet.

Beberapa tips yang bisa kita terapkan agar anak-anak bisa berhenti menggunakan diaper adalah sebagai berikut….
Yuk kita simak…!

1. Motivasi anak untuk melepas Diaper. Nah kita memberi motivasi untuk anak, mengapa mesti melepas diaper. Alasannya apa dan ungkapkan dengan kalimat positif.
2. Mengajak anak untuk pipis setiap satu jam sekali. Nah ini perlu kita cermati setiap jamnya. Kita latih dan tawarkan ke toilet per satu jam agar ananda terbiasa dengan ritme waktunya untuk buang air kecil.
3. Jika masih juga ngompol, kita perhatikan kebiasaan pipisnya setiap berapa menit sekali.
4. Motivasi ananda untuk mau bilang saat mau pipis. Selalu gunakan kalimat positif untuk memotivasinya. Hal ini dilakukan, agar anak mudah mengerti dan paham.
5. Biasakan terus hal tersebut, sampai anak mandiri mau bilang saat mau pipis. Anak mulai dapat mengenali kebutuhan dirinya untuk pipis.
6.Menyamakan pola asuh antara di rumah dan di sekolah.
7. Nah terakhir yaitu kita harus sabar untuk melakukannya ini. Tidak akan bisa berhasil sekali langsung anak mandiri, tapi butuh kesabaran dan ketelatenan orang dewasa untuk melatih anak berhenti menggunakan diaper.

Nah itu beberapa tips yang bisa diterapkan yaa ayah ibu. Selain tips itu jangan lupa juga berdoa, karena doa dan ikhtiar tak bisa terpisahkan…

Selamat mencoba dan semoga berhasil diterapkan kepada anak kita…

KETIKA SI KECIL SUSAH MAKAN BUAH DAN SAYUR

Wahai para Ibu…, seringkah merasakan kewalahan menghadapi ananda yang susah makan karena dipiringnya ada sayuran? Pernahkah merasakan bingung karena ananda tidak suka makan buah?
Tak sedikit ternyata, orang tua yang mengeluhkan hal tersebut. Padahal, sebagai orang tua, kita tentunya ingin memberikan nutrisi yang seimbang untuk anak kita, agar pertumbuhannya maksimal.

Masalahnya, menjadi ahli nutrisi bagi anak kita memang tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi untuk membujuk anak agar mau makan buah dan sayuran.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kita dapat mengubah anak susah makan buah dan sayur menjadi menyukai semua jenis buah dan sayuran.

Mungkin kita pernah mendengar ada istilah Nutrition Parenting, yaitu upaya yang dilakukan orang tua agar anak memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan sehat. Termasuk cara orang tua bisa mentransfer ilmu pengetahuan kepada orang lain, pengasuh atau siapapun yang membantu anak disaat orangtua tidak ada dirumah.
Sebagai contoh, saat kita menyajikan sayuran bayam saat makan, kita perlu menjelaskan kepada anggota keluarga, terutama anak mengapa kita memasak sayur bayam hari ini, apa kandungan nutrisi yang terkandung didalamnya.
Harapannya, dengan cara ini anak dapat belajar dan mampu menumbuhkan kebiasaan mereka mau mengonsumsi makanan sehat.

Coba beberapa tips di bawah ini yuks:

1. Pilih buah dan sayuran yang segar, karena semakin segar buah dan sayuran yang kita sajikan semakin lezat rasanya.
2. Pilih buah dan sayuran yang disukai ananda terlebih dahulu
Hal ini dilakukan agar ananda tidak mudah bosan.
3. Menyajikan menu buah dan sayur dengan kreatif.
Misal: membuat kreasi nugget sayur.
Buah bisa disajikan dengan berbagai cara: jus, salad buah, sate buah dll.
4. Jadikan buah dan sayuran sebagai menu pembuka
5. Memberi reward kepada anak karena telahau makan buah dan sayuran yang sebelumnya tidak mau memakannya.
6. Mengenalkan buah dan sayur dengan cara lain, seperti:
* Membacakan buku cerita tentang buah dan sayuran
* Mendongengkan tentang buah dan sayuran
* Memperlihatkan film tentang manfaat makan buah dan sayuran
7. Sesekali menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya saat makan bersama, seperti yang biasanya makan di meja makan, sesekali bisa mencoba makan bersama dengan lesehan. Atau sesekali makan ditaman/halaman rumah.

Semoga dengan usaha kita yang konsisten, makan buah dan sayuran akan dapat menjadi kebiasaan anak-anak kita.

Selamat mencoba supermoms

ANAKKU MASIH NGOMPOL

Mengompol atau inkontinensia adalah suatu kondisi dimana anak blm bisa mengontrol buang air kecilnya sehingga masih di celana.

* Jika kondisi mengompol terjadi usia 0-7 tahun masih wajar
* Namun jika terjadi diatas 7 tahun maka sebagai orang tua harus bisa mengenali penyebabnya

Sebab – sebab kenapa anak mengompol diatas usia 7 tahun

1. Ukuran kandung kemih kecil yang menyebabkan tidak bisa menampung urin yang banyak di malam hari.
2. Ketidakseimbangan hormon tubuh (dalam tubuh kita ada hormon ADH/ antideuretik yang bisa memproduksi urin di malam hari
3. Adanya infeksi saluran kemih, diabetes yang menyebabkan ananda sulit mengontrol buang air kecil.
4. Gangguan saluran pernafasan.
5. Gangguan faktor psikis anak misalnya anak emosinya tidak stabil, cemas atau khawatir.
6. Kebiasaan mengompol yang dibiarkan tanpa terapi.
7. Terlalu banyak minum yang ada kafeinnya atau teh.

Melatih anak supaya tidak ngompol

1. Ajarkan kebiasaan buang air kecil di kloset.
2. Ajarkan anak agar memberi tanda atau bicara saat akan buang air kecil sebelum membasahi celananya.
3. Kenali kebiasaan buang air kecil anak misalnya 1 jam atau 2 jam (Tiap anak berbeda-beda).
4. Lakukan hipno sleeping sebelum tidur
5. Berilah reward ketika anak tidak mengompol lagi.
6. Lakukan terapi mengompol ini dengan konsisten.
7. Jelaskan kepada anak tentang pentingnya kebersihan diri supaya tempat tidur tetap wangi.

Demikian ayah ibu dalam mengajarkan ananda supaya tidak mengompol lagi. Selamat mencoba ya. Semoga Allah memudahkan kita semua.
Aamiin Yaa Rabb

,

PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE LITTAQWA

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi PAUD IT Nur Hidayah Surakarta yang salah satunya adalah mendidik generasi Qur’ani maka dalam kegiatan belajar mengajar di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta ada program pembelajaran Al Qur’an. Setiap harinya difokuskan selama 60 menit untuk pembelajaran Al Qur’an. Untuk pembagian waktunya adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan (5 menit)
2. Muroja’ah hafalan dan menambah hafalan baru (15 menit)
3. Penanaman konsep materi dengan peraga (10 menit)
4. Latihan ketrampilan membaca (20 menit)
5. Pesan dan nasehat (5 menit)
6. Mengulang ayat baru dilanjutkan do’a penutup (5 menit)

Metode yang kita gunakan untuk pembelajaran Al qur’an adalah metode littaqwa, yaitu metode yang dirancang oleh tim Internal dari Qur’an Center Nur Hidayah Surakarta. Dalam Metode ini terdiri dari 1 buku I’dad dan 4 jilid dengan pembagian materi sebagai berikut:
I’dad : Pengenalan huruf Hijaiyah tunggal berharokkat Fathah
Jilid 1 : Pengenalan huruf hijaiyah asli, huruf bersambung berharokat fathah, kashroh, dhommah dan pengenalan tanwin
Jilid 2 : Pengenalan huruf mad, sukun dan waqof
Jilid 3 : Pengenalan dengung, jelas, tasydid, lafadz Allah dan waqof ibtida’
Jilid 4 : Pengenalan tajwid dan bacaan ghorib
Khusus untuk PAUD kita targetkan untuk selesai buku I’dad dan jilid 1. Harapannya anak-anak memiliki penguasaan huruf hijaiyah yang kuat sehingga memudahkan untuk belajar materi di jenjang selanjutnya.
Untuk kegiatan hafalan, anak-anak akan ada talaqi per ayat setiap harinya. Harapannya ada progress yang selalu bertambah setiap tahunnya sehingga berazzam anak-anak dapat menyelesaikan juz 30 selama di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta.
Untuk mendukung program tersebut tak lupa pihak sekolah juga mengadakan program untuk upgrade SDM. Kegiatan tersebut berupa koordinasi setiap dua pekan sekali dan setoran hafalan sepekan sekali.
Dalam kondisi saat ini yang menerapkan Lockdown untuk membatasi penyebaran virus corona maka kami melakukan pembelajaran lewat media sosial. Ada penugasan untuk pembelajaran Al Qur’an di rumah yaitu muroja’ah dan membaca buku littaqwa. Orang tua mengirimkan laporan berupa foto dan video melalui grup whatsapp.
Semoga dengan upaya ini bisa tetap menjaga keistiqomahan anak didik PAUD IT Nur Hidayah Surakarta dalam belajar Al Qur’an sehingga terwujud generasi Qur’ani. Aamiin Yaa Rabb.

By: Ustadzah Suratmi Ningsih, S.Pd

MENU SEHATKU

Membuat pembagian jadwal menu merupakan salah satu tugas dari PAUD IT Nur Hidayah. Di masa sekarang, dimana COVID 19 sedang berkembang, menu merupakan bagian dari ikhtiyar manusia untuk menjaga kesehatan dirinya, tentunya menu yg sehat dan seimbang.
Di sekolah kami PAUD IT Nur Hidayah Surakarta, setiap bulannya orang tua mendapatkan menu apa-apa saja yang akan dikonsumsi ananda selama sebulan kedepan. Susunan menu tersebut terdiri dari menu makan siang berupa nasi, sayur, lauk pauk dan buah. Harapannya dari susunan menu tersebut, ananda mendapatkan porsi makanan yang memang dibutuhkannya.

Terkait hal tersebut, selama masa liburan ini orang tua diharapkan bisa menerapkan hal yang sama terhadap ananda, bahkan bisa jadi lebih baik dengan menu-menu yang sudah disajikan di sekolah.
Jangan lupa pembiasaan adab ketika makan selama di rumah. Sebelumnya diawali dengan cuci tangan yang menjadi salah satu PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Jangan lupa juga ya untuk senantiasa berdoa sebelum makan, duduk, menggunakan tangan kanan ketika makan, tidak berceceran makanannya, menghabiskan makananya dan berdoa setelah makan.
Ada yang penting juga lho, pastikan buah-buahan dimakan di awal sebelum makanan yang lain masuk ke dalam perut. O iya, sesudah makan jangan lupa cuci tangan kembali. Bismillah, senantiasa menerapkan pola hidup sehat ya teman-teman.

By. Usth. Niken Sunandari, S.Pd

BERDAGANGLAH SEPERTI RASULULLAH SAW

Hari ini, Senin 9 Maret 2020 PAUD IT Nur Hidayah Surakarta menggelar kegiatan market day. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka puncak tema putaran ke-12 yang bertemakan “Profesi Para Nabi”. Kegiatan market day yang digelar bertujuan tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang fungsi uang tetapi juga menekankan tentang adab-adab berdagang sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Anak-anak beserta ustadz dan ustadzah wali keluarganya menyiapkan barang dagangan mereka sendiri-sendiri. Ada yang menjual aneka mainan anak, puding, jajanan pasar, yoghurt, balon, dan sebagainya. Anak-anak berprofesi sebagai penjual sekaligus pembeli. Mereka menawarkan barang-barang dagangan mereka terlebih dahulu, barulah mereka membeli produk-produk jualan kelas yang lain.

Harapannya kegiatan seperti ini bisa memberikan pelajaran berharga kepada anak-anak untuk menghargai uang yang mereka dapatkan. Anak-anak juga mampu mengelola sendiri uang yang mereka punya dan digunakan untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan. Yuk bedagang seperti Rasulullah…

COVID, JANGAN MENDEKAT YA…

Pagi ini, Kamis 5 Maret 2020 anak-anak PAUD IT Nur Hidayah Surakarta tetap bersemangat meski langit masih ber berselimut mendung. Terlebih lagi hari ini ada sosiodrama bertajuk “COVID, Jangan Mendekat ya” dari Bapak Ibu Dokter Dosen Universitas Sebelas Maret Surakarta. Inti dari sosiodrama ini menguatkan ke anak-anak tentang  pentingnya makan sayur, buah, lauk pauk dan air putih untuk mencegah virus yang akhir-akhir ini lagi trend, yakni virus corona.

Bapak Ibu Dokter Dosen ini ada yang berperan sebagai sayuran, buah-buahan, lauk pauk, air putih, cacing dan tentunya si virus corona. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu mengajak anak-anak untuk mengkonsumsi makan-makanan yang sehat dan menerapkan pola hidup sehat seperti tujuh langkah mencuci tangan sebelum makan. Anak-anak terlihat sangat antusias melihat sosiodrama ini. Bahkan, anak-anak pun diajarkan sebuah lagu tentang makanan sehat.

Kegiatan sosiodrama yang diselenggarakan di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta ini merupakan kerjasama dengan Universitas Sebelas Maret dalam agenda “UNS Mengajar”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ke-44. Barakallah.

Mari kita ikhtiarkan bersama untk senantiasa menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyib. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari segala bentuk penyakit yang membahayakan.

Mewujudkan Keluarga Cinta Al-Quran

Sabtu 22 Februari 2020 kemarin, PAUD IT Nur Hidayah Surakarta menyelenggarakan agenda tahunan seminar parenting yang bertemakan “Love Family Love Quran”. Seminar ini menghadirkan pembicara tingkat Nasional, Eka Wardhana yang merupakan seorang penulis, pendongeng, pembicara parenting dan owner Rumah Pensil Publisher. Acara yang diselenggarakan di Hotel Multazam Pabelan Kartasura ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta.

        

Eka Wardhana menyampaikan bahwa perlunya keteladanan dari orang tua untuk menumbuhkan rasa cinta anak-anak kepada Al-Quran. Di sela-sela seminarnya, Eka menyampaikan, “Ayah, Ibu, sampaikanlah kisah-kisah indah yang ada dalam Al-Quran, sehingga anak-anak tertarik untuk menghafalkan, mempelajari, dan mengambil maknanya”. Narasumber yang berasal dari kota Bandung tersebut telah melahirkan banyak buku seperti; Seri It’s My World, Seri Cerita Balita, 5 Kisah dari Al-Quran, dan seri Asmaul Husna.

Dalam acara seminar parenting tersebut juga sekaligus diselenggarakan pelantikan komite sekolah PAUD IT Nur Hidayah Surakarta untuk perriode 2020. Totok Darmanto, kembali diangkat menjadi Ketua Komite periode mendatang setelah dua tahun kemarin membersamai PAUD IT Nur Hidayah Surakarta.

Dewi Marsiyah, selaku Kepala PAUD IT Nur Hidayah Surakarta menyampaikan bahwa seminar parenting ini bertujuan sebagai sarana silaturrahim pihak sekolah dengan orang tua wali murid maupun pihak-pihak yang turrut hadir dalam acara tersebut. Selain itu tema yang diangkat juga diharapkan bisa semakin memaksimalkan peran para pendidik dan orang tua untuk menciptakan kondisi sebuah keluarga yang bersama mencintai Al-Quran. Indahnya bila di negeri ini semakin banyak anak-anak penghafal Al-Quran dan akhlaq mereka pun dimuliakan oleh Al-Quran.

Terbaik Tiga Tingkat Nasional

Alhamdulillah Jumat 29 November 2019 lalu PAUD IT Nur Hidyah Surakarta kembali menerima penghargaan dalam BI Corner Award 2019 Bank Indonesia. PAUD IT Nur Hidayah Surakarta berhasil meraih peringkat Terbaik Ketiga Tingkat Nasional dalam kategori Pook Baca dan Dongeng. Dalam kesempatan tersebut, alhamdlillah bisa mendapatkan uang pembinaan dan pengembangan Pojok Baca dan Dongeng sebesar Rp 20.000.000,00 rupiah.

Setahun sebelumnya, di tahun 2018 PAUD IT Nur Hidayah Surakarta di event yang sama memborong dua piala sekaligus yakni menjadi Terbaik Pertama Tingkat Pulau dan Terbaik Pertama Tingkat Nasional.

Harapannya bisa berturut-turut menjadi nominator BI Corner serta Pojok Baca dan Dongeng, PAUD IT Nur Hidayah Surakarta bisa semakin baik dan profesional dalam mengelola Pojok Baca dan Dongeng Bank Indonesia. Dewi Marsiyah, selaku Kepala PAUD IT Nur Hidayah menyampaikan bahwa akan terus mengawal program-program yang ada di Pojok Baca dan Dongeng dalam upayanya untuk meningkatkan literasi generasi muda Indonesa yang dimulai sejak usia dini.

NOMINATOR POJOK BACA DAN DONGENG BI

Alhamdulillah, PAUD IT Nur Hidayah Surakarta kembali mendapatkan kesempatan untuk menjadi nominator dalam ajang Pojok Baca dan Dongeng yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Setelah di tahun 2018 kemarin berhasil meraih terbaik pertama tingkat pulau maupun nasional, kini PAUD IT Nur Hidayah sudah masuk menjadi tiga besar nominator Pojok Baca dan Dongeng Bank Indonesia yang In Sya Allah akan diumumkan di bulan Desember 2019 mendatang.

Hari ini tim juri dari Bank Indonesi pusat melaksanakan visitasi untuk melihat sejauh mana program-program yang telakukan PAUD IT Nur Hidayah Surakarta terkait dengan Pojok Baca dan Dongeng. Beberapa program seperti berkisah untuk anak, kelas mendongeng untuk orang tua, pelatihan mendongeng bersama, bedah buku para pendidik, dan Gerakan Nasional Membaca Buku di Pojok Baca dan Dongeng telah dilaksanakan oleh PAUD IT Nur Hidayah Surakarta. Beberapa program juga sedang dirancang untuk program Pojok Baca dan Dongeng kedepannya seperti ayah berkisah dan story telling untuk anak.

Harapannya dengan keberadaan Pojok Baca dan Dongeng ini, PAUD IT Nur Hidayah Surakarta semakin mengembangkan program-programnya terutama dalam rangka meningkatkan budaya literasi untuk semua elemen, baik anak-anak, ustadz dan ustadzah serta orang tua.